image01
Showing posts with label Puisi Sekolah. Show all posts
Showing posts with label Puisi Sekolah. Show all posts
Saturday, May 26, 2012

Puiisi Lingkungan Hidup

0 komentar

kutak dapat menyembunyikan perasaan hatiku

dulu itu disni, pokok-pokok kayu, semak-semak,

belukar dan rumput ilalang, masih tegar berdiri,

burung berkicau diatas ranting hijau pohon mahoni,

berbunga lebat mengharum, menyebar wangi raga,

mengantarkanku menimati pagi nan sejuk,



semak-semak belukar, berakar beranak pinak, hewan-hewan kecil,

belalang sentadu, jangkrik genggong, kupu-kupu aneka warna,

margasatwa liar hadir disni berbagi rasa ditempati ini,

rumput ilalang bergoyang menari ditiup angin sepoi-sepoi,

bunganya terbang berbaur dengan bau keringat manusia,

diujung jalan setapak menuju perkampungan rumahku,



sekarang disini, pokok kayu, semak belukar dan rumput ilalang,

kicau burung dipagi hari, bunyi jangkrik bersahut-sahutan dimalam hari,

hewan kecilpun punah, binasa ditelan peradaban ummat manusia,

digantikan dengan gedung-gedung megah, hotel berbintang,

real estate, pabrik-pabrik, penebar polusi dan emisi.



Dan sekarang disini deru mesin memekakkan telinga,

merontokkan jantung, mencekik pernapasan

polusi, erosi, abrasi dan emisi membuat bumi yang tua menjadi rentah,

dan yang rentah menjadi punah lenyap senyap,



kutak dapat menyembunyian perasaan hatiku,

kuharus berbagi, aku dan kamu, tak menginginan dunia ini punah,

aku, kamu dan dia tak pernah membayangkan bagaimana alam murka,

akibat tingkah pola anak manusia yang tak ramah kepada alam.
Read more...

Penjaga Mawar dan Kehidupanya

0 komentar

Bulan tak juga penuhi
Malam itu sinar bulan tak menyapanya
Namun tak sesunyi malam
Gemerisik bunga mawar
Memberinya alunan nada
Menidurkannya dengan pelan
Layaknya belaian ibunda
Yang telah tiada
Tak ada lagi selain malam
Yang ia inginkan
Meski tak berbulan
Ia tetap dapat hilang
Dalam khayal menjauhi realita kehidupan
Tetap terjaga
Mawar dengan merah darah
Meski dalam mimpi terjaga
Hanya untuknya
Meski tajam duri melukai
Tetes darah hanya untuknya
Saat tersenyum mekarnya kala pagi
Takkan ada yang mengganti
Kala terbangun mawar itu pun tersenyum
Dengan merahnya yang indah
Monoton….
Inilah hidupnya….
Meski darah tetap tertetes
Saat ia di dekatnya
Hanya mawar itu…
Hanya merah itu…
Ia dapatkan indahnya hidup ini
Read more...

Puisi Cinta to FSA :*

0 komentar

Perjuangan yg begitu berat sayang..
Begitu banyak krikil tajam yg tlah ku lewati
demi cinta dalam jiwa yg slalu membara
untukmu, hanya untukmu ku bertahan.
Kemarin cinta membahagiakan jiwa,
tapi hari ini kau beri ku curiga,
yg esok pasti ku merasa luka,
dan lusa menjadi kenangan lara..
Detik melewati menit,
menit melewati jam,
jam melewati hari,
hari mengitari bulan dan mngisahkan kita.
lembaran demi lembaran tlah terpenuhi oleh cinta kita
Ada bahagia,
ada duka,
ada rindu,
ada cemburu,
tertulis indah dalam hdup ku.
Terkadang diri ini begitu kuat menahan segala amarah..
Terkadang pun aku lemah tak berdaya menerima cinta..
Tapi Terus ku jalani, meski lelah
dan tetap ku mencinta dengan penuh harapan,
aku bisa
“bahagia bersama cinta matiku”
Read more...

Pusi Guru XD

0 komentar

Guru..
Tahukah engkau senyum mu ..
Membuat ku tenang..
Amarah mu …
Membuat ku merasa hangat..
Guru..
Andai kau tidak pergi secepat itu..
Aku ingin menatap mu lebih lama..
Tertawa bersama dan belajar bersama..
Guru …
Terimakasih atas semua yang telah ..
Kau berikan kepadaku..
Ilmu,senyum,motivasi
Dan semua yang telah kau berikan kepada ku ..
Terimakasih guru..
Read more...

Jiwa Yang Hampa ...

0 komentar

Semangat yang dulu pernah ada
kini tlah tiada
tujuan yang dulu ingin kuraih
kini tlah pergi
kini ku hidup dalam hampa
hidup tanpa Cahaya
terombang ambing dalam gelap
tanpa arah dan tujuan
kuhanya seseorang dari ribuan orang dialam fana
kuhanya sebuah titik dari ribuan sebuah coretan
sebuah coretan kehidupan manusia
yang tak tentu arah bila tak percaya
semua yang kulakukan kini terasa tak berguna
rasa yang tak pernah kurasa sebelumnya
kurasa kini ku tlah terjatuh
terperosok kedalam jurang kegelapan
pondasi keyakinan yang dulu rapuh
kini tlah rata dengan kehampaan
tak kuat menahan beban
diterjang oleh ombak kehidupan
Read more...
Pig
Kunai
™Akatsuki Comunity™ Belajar Menemukan yang sangat susah ^__^